Golek Layung Seta merupakan salah satu beksan golek gaya Yogyakarta yang diciptakan sekitar tahun 1906, hampir bersamaan dengan Golek Gambir Sawit dan Golek Kutut Manggung. Tarian ini diciptakan di Ndalem Wirogunan oleh KRT. Wiraguna, putra dari KGPA. Mangkubumi. Pada mulanya, Golek Layung Seta dibawakan oleh seorang sindhen yang memiliki kemampuan menari.
Beksan ini menggambarkan tingkah laku seorang perempuan yang sedang bersolek dengan perasaan gembira karena sedang dimabuk asmara. Keunikan Golek Layung Seta terletak pada penggunaan ragam gerak nggrudha yang selalu mengawali ragam pokok dalam tarian, sehingga menjadi ciri khas yang membedakannya dari beksan golek lainnya.
Pada Uyon-Uyon Hadiluhung dalam rangka memperingati Wiyosan Dalem Sri Sultan Hamengku Bawono X, Beksan Golek Layung Seta akan dibawakan oleh lima orang penari dengan menggunakan busana gladhen, pada:
Senin Pon (malam Selasa Wage), 20 Juli 2026
Pukul 19.00 WIB – selesai
📍 Kagungan Dalem Bangsal Kasatriyan
Periode event
20 Jul 2026 - 20 Jul 2026
Lokasi Event
Kagungan Dalem Bangsal Kasatriyan